Pertanian Organik

Ini merupakan pusat informasi pertanian indonesia. Meliputi cara budidaya, pengendalian hama terpadu, mesin pertanian dan agrobisnis. Find out more...

Cara Menanam Tomat Yang Tepat

Tomat merupakan jenis tanaman hortikultura yang cukup digemari dikalangan petani di Indonesia, dan saya akan menjelaskan bagaimana cara menanam tomat yang baik. Kenapa tomat menjadi salah satu tanaman yang digemari dalam hal budidaya? Diantara alsannya adalah mudah dibudidayakan dan merupaka tanaman yang singkat,

Menurut sumber di internet Tanaman tomat merupakan tanaman yang berfamily solanaceae, dan katanya berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. 

Manfaat Tomat


Tomat juga merupakan salah satu tanaman yang bermanfaat karena kandungan vitaminnya sehingga cukup baik untuk kesehatan tubuh manusia, beberapa ahli juga menyebutkan bahwa tomat mengandung zat yang bisa meningkatkan pembentukan sel darah merah. Dan ada juga yang mempercai bahwa tomat bisa memerahkan bibir dan menyehatkan kulit.

Budidaya Tomat

Baiklah, saya tidak akan panjang lebar membahas prolog tentang tomat, saya akan langsung kepada bagaimana tehnik budidaya tomat yang baik, sehingga dapat menghasilkan panen yang maksimal, insya allah.

Cara Budidaya Tomat


cara_menanam_tomat.jpg

Persiapan dan Pengolahan Lahan


Berikan pupuk pada lahan yang ada dengan menggunakan pupuk organik, kemudian buatlah bedengan pada lahan, dengan ukuran lebar 100 - 150 c dan panjang 10 - 15 meter, tentunya disesuakan dengan lahan yang dimiliki. Kemudian ratakan tanah yang sudah diolah tersebut, jika dana mencukupi bisa menggunakan mulsa plastik. 

Pembibitan dan Penanaman Tomat


Sebelum ke tahap pembibitan selanjutnya, alangkah baiknya dilakukan pemilihan bibit unggul terlebih dahulu, karena rumusnya harus dipercayai bahwa dengan bibit unggul maka akan mengasilkan tanaman yang baik, Pilihlah benih yang sehat dan tahan terhadap penyakit. 

Langkah selanjutnya, adalah menyiapkan persemaian untuk benih yang dipilih. Gunakan tanah yang subur dan sudah diberi pupuk organik. Setelah bibit terlihat berukuran kira-kira 3 cm. Persiapkan untuk tahap pemindahan.

Pindahkan bibit tomat dengan hati hati, usaahakan dengan kondisi tanaman tegak lurus. Jarak tanam yang baik adalah 50 X 50 cm.

Perawatan dan Pemupukan Tanaman.


Perawatan dilakukan dengan cara penyiraman tanaman dengan dilakukan secara berkala dan kontinyu tiap 2 kali sehari, pagi dan sore hari, dengan takaran yang secukupnya atau tidak berlebihan. 

Lakukan pemupukan pada tanaman secara teratur, dengan menggunakan pupuk organik, baik pupuk organik cair yang dikocorkan kedalam tanah dekat pada tanamanan ataupun dengan pupuk PPC tambahan yang disemprotkan ke daun. Baca macam-macam pupuk organik

Jika terdapat hama yang menyerang tanaman alangkah baiknya menggunakan pestisida nabati dan ditanggulangi dengan metode terpadu.

Mungkin itulah sedikit tips menanam tomat dari epulkatama,,, salam pertanian...
Continue Reading

Hama Dan Penyakit Pada Tumbuhan

Ketemu lagi sama epulkatama, oke sob... kali ini saya akan menguraikan pengertian hama dan penyakit pada tumbuhan beserta beberapa jenis hama dan penyakit pada tanaman.

Sebelum lebih lanjut alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari hama dan penyakit, agar kita tidak salah dalam memprediksi sehingga melakukan hal yang tepat dalam menanggulangi hama dan penyakit yang menjangkit tanaman kita.

Pengertian Hama Tumbuhan


Hama adalah semua jenis binatang yang merugikan dan mengganggu tanaman yang sedang dibudidayakan oleh manusia dan bukan tumbuhan liar yang ada di alam. Hewan ini bisa menyebabkan kerusakan dan kemudian ada beberapa hewan yang bisa menyebabkan penyakit tertentu pada tanaman. Jika diklasifikasikan maka hama akan digolongkan kepada beberapa jenis. 

hama_dan_penyakit_pada_tumbuhan.jpg


Diantaranya adalah:

Jenis Molusca; diantaranya adalah bekicot, siput, dan sejenisnya.
Jenis Aves; semisal burung, ayam (jika itu memang menganggu/memakan tanaman
Jenis serangga; merupakan jenis yang paling banyak, misalkan belalang, ulat, wereng, kumbang dan lain sebagainya.
Jenis Mamalia; tikus adalah salahsatu contoh yang banyak ditemui.

Nah, untuk penanggulangannya tentunya dengan cara yang tepat, yaitu dengan metode PHT, dan alangkah baiknya menggunakan jenis pestisida nabati/organik agar dikemudian hari tidak akan merusak struktur tanah dan kandungan unsur hara dalam tanah. 

Cara lainnya (termasuk dalam cara PHT) adalah dengan memanfaatkan hewan predator (musuh alami) seperti tikus untuk ular, kemudian burung untuk belalang, dan perdator lainnya, tentunya dalam waktu yang tepat, jelasnya, jika pada sebelum tanaman berbuah/biji maka biarkan burung mendekati tanaman kita namun jika musim berbuah atau setelah keluar butir padi (untuk padi) dan burung sekiranya membahayakan maka gunakanlah metode yang bisa menakuti burung menghinggapi tanaman kita. 

Yang harus diingat dalam metode PHT adalah dengan pengontrolan yang teratur, sehingga kita dapat mensiasati metode apa yang akan diterapkan dalam menangani hama tersebut.

Pengertian Penyakit Tumbuhan


Sedangkan penyakit adalah sebuah kondisi yang mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh dengan normal, dikarenakan adanya gangguan pada organ tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme pengnggu, hama, virus atau kondisi tanah yang kekurangan unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman.

jenis_hama_dan_penyakit_pada_tumbuhan.jpg


Diantaranya jenis-jenis penyakit:

Penyakit layu, penyakit ini bisa menyerang jenis tanaman apapun, kebanyakan disebabkan oleh bakteri meskipun ada beberpa sebab lainnya, lihat juga kondisi kesuburan tanah. Penyakit layu ini dengan ciri-ciri tanaman tidak segar dan cepat menguning belum pada waktunya dan jika tidak ditangani akan menyebabkan kematian pada tanaman.

Penyakit hawar daun; bisa diidentifikasikan dengan tepi daun yang terdapat bercak-bercak, penyakit ini biasanya disebabkan oleh jamur.

Penyakit busuk daun, penyakit ini juga biasanya disebabkan oleh jamur, ciri-cirinya adalah timbul bercak pada daun hingga terlihat nampak pucar, kemudian menyebabkan kebusukan pada daun.

Penyakit tungro, peyakit ini menyebabkan tanaman kurang subur dan pertumbuhan terhambat sehingga tumbuhan menjadi kerdil dan tidak wajar, hal ini biasanya disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh wereng.

Dan terakhir kita juga dikenalkan dengan penyakit Mosaic, penyakit ini biasanya menyerang tanaman tembakau, yang juga disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mosaic Virus)

Dan sebenarnya masih banyak lagi jenis hama dan penyakit pada tumbuhan yang lainnya.

Nah dari sekian jenis hama dan penyakit yang ada, tentunya saya menyarankan untuk penanggualangannya adalah dengan menggunakan metode Pengendalian Hama dan Penyakit secara terpadu (PHT)
Continue Reading

Ternak Lele : Cara Budidaya Lele Yang Tepat

Sahabat epulkatama, kali ini saya akan memberikan sebuah tekhnik budidaya dengan judul yang agak PD-an dikit, yaitu Cara Budidaya Lele Yang Tepat, namun pada dasarnya saya juga mengambil dari berbagai referensi di internet dan beberapa referensi buku lainnya. 

Baiklah, Budidaya ikan lele merupakan salah satu budidaya yang masih banyak digemari oleh masyarakat indonesia, selain nilai ekonomis yang didapat budidaya lele juga merupakan salah satu budidaya dengan berbagai tahapan dan dengan waktu relatif singkat. Maksud dari beberapa tahapan, adalah dimulai dari ternak lele anakan (pembibitan), kemudian ukuran kecil hingga sedang, dan terkahir budidaya pembesaran lele. 

Selain dari alasan diatas, pemasaran ikan lele juga sangat mudah dan dengan berbagai macam distribusi. Kita banyak melihat bahwa berapa banyak penjual pecel lele di kota atau daerah anda, ini menandakan bahwa pasar lele sangat besar, meskipun petani lele tidak menjual langsung ke para penjual pecel lele. Selain itu, pasar lokal yang cakupannya lebih besar seperti restoran besar dan rumah makan di kota-kota besar juga masih sangat terbuka untuk menerima ikan lele dengan jumlah besar. 

cara_budidaya_ikan_lele_yang_tepat.jpg

Cara Budidaya Ikan Lele


Berikut ini tahapan cara ternak lele yang dilakukan untuk pembesaran ikan lele:

Persiapan Kolam Ikan Lele


Tahap 1. Pengeringan Kolam

Siapkan kolam ikan lele, kolam yang digunakan tentunya disesuaikan dengan milik anda, namun alangkah baiknya kolam berukuran 10 X 20 m. Jika sebelumnya memang anda sudah memiliki kolam anda tinggal meneruskan langkah-langkah selanjutnya. 

Keringkan kolam sehingga betul-betul kering hingga dasar kolam benar-benar retak karena kering, hal ini diharapkan agar bisa memutus rantai mikroorganisme pengganggu yang nantinya bisa saja menghambat pertumbuhan ikan lele. 

Setelah dirasa cukup dalam pengeringan kolam (hingga retak-retak) kemudian bajak atau cangkul dengan membalikan dasar/tanah pada kolam, ini dilakukan untuk mengembalikan kegemburan tanah dan mewaspadai jika saja ada gas yang masih terkandung didalam tanah yang bisa menyebabkan keracunan bagi ikan dikemudian hari.

Tahap 2. Pemupukan dan Pengapuran

Selanjutnya adalah tahap pengapuran dan pemupukan tanah. Ini dilakukan secara merata pada seluruh bagian permukaan tanah. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur dolomit atau kapur tohor, setelah pengapuran dilakukan secara merata kemudian balikan tanah dengan cangkul sedangkan dosisnya adalah 250-750 gram per meter persegi.

Pengapuran ini berfungsi untuk menyeimbangkan keasaman tanah dan membantu mengendalikan hama penyakit. (patogen).

Setelah dilakukan pengapuran, langkah selanjutnya adalah pemupukan, pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, urea dan TSP. Pemupukan dimaksudkan untuk memberikan kandungan nutrisi dalam tanah sehingga tanah menjadi subur dan bisa mendorong berkembangnya makanan bagi ternak lele seperti fitoplankton dan cacing.

Aplikasi pemupukan dilakukan dengan dosis 250-500 gram per meter persegi sedangkan pupuk urea 15 gram per meter persegi dan TSP 10 gram per meter persegi.

Setelah dilakukan pengapuran dan pemupukan kolam diisi air, pengisian air dilakukan secara bertahap, Pertama bisa dilakukan dengan pengisian air setinggi 30 sampai 40 cm selama 1 minggu kemudian ketika bibit lele sudah siap seminggu kemudian, masukan  bibit lele dalam kolam dengan ketinggian air bisa ditambah yaitu 100 hingga 120 cm. 

Pemilihan Bibit Ikan Lele


Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit lele, ada beberapa faktor dalam penentuan pemilihan bibit dan ini harus diperhatikan untuk menunjang kesuksesan budidaya lele anda, karena dengan bibit yang bagus dan unggul diyakini akan menghasilkan panen lele yang optimal. Menurut beberapa sumber di Mesin Pencarian bahwa bibit lele yang bagus adalah bibit sangkuriang.

Nah untuk mengetahui kriteria bibit unggul lele berikut saya jabarkan secara bertahap.

- Syarat Bibit Unggul

Bibit yang dipilih adalah bibit yang sehat, dan tahan terhadap penyakit. Sedangkan ciri-ciri dari bibit yang sehat adalah bibit yang lincah, tidak ada cacat pada tubuhnya, tidak teridentifikasi penyakit serta dapat berenang dengan normal, dilakukan pengujian dengan membiarkan bibit berenang diarus air jika bibit ikan lele menantang arus maka bibit termasuk kualifikasi sehat.

Usahakan pemilihan ukuran yang rata atau serempak, ini akan berpengaruh pada hasil panen lele yang juga akan menghasilkan lele besar yang sama. Pemilihan ukuran lele  memiliki panjang sekitar 5-7 cm, hal ini dipastikan jika dalam waktu pemeliharaan antara 3 sampai 5 bulan akan menghasilkan ukuran lele besar yang siap jual (lele konsumsi) yaitu 9-12 ekor per kg. 

Pemberian Pakan Untuk Ikan Lele


Ada Istilah FCR atau singkatan dari Food Convertion Ratio, merupakan produk yang menawarkan bahwa pakan tersebut lebih kecil dari satu. maksudnya (FCR) adalah rasio jumlah pakan berbanding bertumbuhan daging. Semakin kecil nilai FCR dari pakan tersebut maka semakin berkualitas produk pakan tersebut. Sebagai mana kita ketahui, bahwa proses pemberian pakan merupakan hal yang sangat membutuhkan biaya yang cukup besar dalam ternak lele, dan juga dijaga kontinuitasnya, agar keberlangsungan hidup dan pertumbuhan lele tetap terjaga. Maka dari itu ada cara untuk mensiasati pemberian pakan yaitu dengan cara membuat pakan tambahan. agar menekan nilai FCR tadi.

Yang perlu diperharikan adalah kebutuhan lele terhadap kandungan pakan yaitu protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral. selanjutnya, pakan harus diberikan sesuai kebutuhan, setiap ikan lele memerlukan pakan sebanyak 3-6% dari bobot tubuhnya. Dengan jadwal pemberian pakan yaitu 3-5 kali per hari. 

Panen Budidaya Ikan Lele


Untuk jenis lele konsumsi pemanenan dilakukan ketika lele berukuran 9-12 kg per ekor, dalam artian bahwa jika bibit yang disebar berukuran sebesar 5-7 cm maka waktu budiddaya adalah krang lebih sekitar 3-5 bulan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya panen dilakukan dengan cara disortir terlebih dahulu disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Jika memang pasar ekspor ada kemungkinan berat ikan lele yang dibutuhkan adalah 500 gram perekor. 

Demikian catatan epulkatama tentang Cara ternak lele, mungkin suatu saat nanti saya akan memberikan teknik budidaya ikan lele terpal atau lele kecil. 

Continue Reading

Mesin Pencacah Rumput

mesin_pencacah_rumput

Kali ini saya akan memaparkan tentang mesin pencacah rumput, dan apa manfaat dari mesin rajang rumput tersebut. Sebagaimana yang diketahui, di zaman serba tekhnologi ini, hampir semua pekerjaan kita membutuhkan tekhnologi demikian pula halnya dalam mencacah rumput, saat ini sudah terdapat mesin yang berfungsi sebagai pemotong-pemotong rumput sehingga menjadi bagian-bagian halus dan terkecil.

Manfaat rumput yang dicacah sendiri adalah bisa digunakan sebagai bahan pupuk kompos organik ataupun sebagai bahan pakan ternak, bisa juga langsung digunkan pakan ternak sehingga memudahkan pemberian makanan hewan ternak. 

Sebagaimana sudah dijelaskan di bagian pembuatan pupuk kompos, bahwa diperlukan juga rumput atau sampah organik berupa dedaunan untuk bahan dasar pupuk, nah bisa digunakan mesin ini untuk mencacah rumput sehingga ketika pembuatan pupuk akan mudah ddalam permentasi dan penguraian, dan pupuk akan dihasilkan lebih cepat dan lebih halus lagi teksturnya, hal ini juga akan bermanfaat dalam penguraian pupuk didalam tanah.

Fungsi  Mesin Pencacah Rumput


Sedangkan untuk fungsi dari mesin ini adalah : 

1. Sebagai mesin pencacah rumput (pemotong/perajang rumput) sehingga menjadi bagian-bagian yang kecil, bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun sebagai bahan pembuatan pupuk kompos organik
2. sebagai mesin pencacah dedauan, yang kemucian digunakan sebagai bahan pupuk organik.

Spesifikasi Mesin 


Dimensi mesin ini adalah 140 x 120 x 108 centi meter, 
dengan kapasitas pencacahan berkisar 200-250 kilogram perjam,
jenis mesin diesel dengan 8,5 PK
kemudian dengan body plat berjenis besi dengan ukuran 3 mm,
kerangka UNP nya adalah 6,5
sedangkan pisau pencacah terdiri dari 2 buah pisau, 
rool feedingnya juga terdapat 2 buah.

Demikian pengenalan saya terhadap mesin pencacah rumput yang temukan dari beberapa referensi di dunia maya.
Continue Reading

Mesin Penggilingan Padi

Mesin Penggilingan Padi

Mesin penggilingan padi diperuntukan untuk mempermudah proses pemisahan bulir beras dari kulitnya, dengan tetap mempertahankan rendemen dan mutu beras dan meminamalisir kehilangan hasil yang sering terjadi pada penggilingan atau pemisahan bulir beras dari kulitnya yang dilakukan secara manual, untuk itu mesin penggilingan padi sangat penting untuk proses pembentukan beras yang berkualitas.

Sebelum memahami cara kerja dan bagian-bagian mesin penggilingan padi alangkah baiknya mengetahui jenis-jenis atau model penggilingan padi, diantaranya adalah :

1. Penggilingan Padi Manual/Tangan
Model sederhana dan tradisional ini mungkin masih digunakan dibeberapa desa/pedalaman, dengan alat lesung dan alu cara kerja nya adalah dengan ditumbuk sehingga menimbulkan pergesekan dan akhirnya bulir beras akan terkelupas dari kulitnya. Dengan alat ini akan mengakibatkan tingkat kehancuran beras tinggi dan rendemen yang dicapai akan sangat rendah. 

2. Penggilingan Padi Dengan Mesin Satu Step
Dengan menggunakan sistem mesin pengupas dan pemoles satu unit logam yang masuk padi dan keluar menjadi beras dengan satu arah.

3. Penggilingan Padi Dengan Mesin Dua Step.
Mesin ini dengan sistem Pengupas dan pemoles terpisah atau dengan dua mesin, satu mesin untuk pengupas dan mesin yang lainnya digunakan sebagai pemoles.Rendemen dari mesin ini bisa mencapai hingga 60-65 persen

4. Penggilingan Padi Dengan Mesin Multi Pass
Mesin ini digunakan secara bersatu dengan jenis abrasif dan friksi sehingga dapat mem=ngurangi resiko dan dengan kandungan rendemen pada hasil beraspun tinggi.

Setelah mengetahui jenis-jenis penggilingan padi, berikut ini saya akan menjelaskan bagaimana cara kerja dan bagian-bagian mesin penggilingan padi.

Cara Kerja dan Bagian-Bagian Mesin Penggiling Padi

Merujuk dari beberapa referensi pertanian ada beberapa Bagian-bagian mesin penggilingan padi diantaranya adalah:

1. Motor Penggerak 
Motor penggerak, merupakan bagian mesin yang melakukan gaya gerak memutar sehingga mendorong bagian-bagian lainnya untuk bergerak dan bekerja sesuai yang diinginkan, motor penggerak merupakan bagian inti dari mesin penggilingan padi ini. 

2. Mesin Pengupas/mesin pemecah kulit gabah
Bagian ini atau yang lebih dikenal dengan husker merupakan bagian pengupas kulit gabah yang memisahkan bulir beras dari kulitnya, bentuknya bermacam-macam, diantaranya adalah Engelberg, Rol Karet, Under Runner, Runner stone Disc dan ada juga jenis sentrifucal. Dan yang paling banyak digunakan pada saat ini adalah jenis Rol Karet dengan manfaat cukup efisien, mudah penggunaan dan perawatannya. 

3. Mesin Pemisah Gabah
Mesin ini digunakan sebagai pemisah bulir beras dari kulit pecah, sehingga menjadi bulir padi, namun tahapan ini masih belum sempurna karena masih ada tahapan Pemolesan/Penyosohan.

4. Mesin Penyosoh/Pemoles
Mesin ini digunakan sebagai pemoles, atau pemutih beras, sehingga beras bersih namun dengan tingkat rendemen yang tetap terjaga.

5. Selanjutnya Mesin Pemisah beras kepala/Utuh dengan beras yang patah (menir) dan terakhir.
6. Shinning atau Mesin Kristal yang berfungsi sebagai pencuci dan pembersih beras.

Demikian beberapa tahapan cara kerja mesin Penggilingan padi, semoga bermanfaat. 
Continue Reading

Cara Budidaya Cabai Merah

cara budidaya cabai merar

Cara Budidaya Cabai Merah - Cabai merah merupakan komoditi bernilai ekonomis yang tinggi, namun harus dibarengi dengan pengetahuan yang tepat dalam menanam cabai merah ini, terutama dalam cara yang baik dalam budidaya, selain itu faktor penting lainnya adalah penentuan pasar. 

Berikut ini, saya akan berbagi tentang bagaimana cara menanam cabai merah yang baik dan benar. 

Syarat Tumbuh tanaman Cabai 

Sebelum menanam cabai alangkah baiknya petani bisa mengenal terlebih dahulu hal dasar dalam budidaya cabai merah, yaitu syarat tumbuh tanaman yang bisa dikenali dengan 3 unsur. 

  1. Tanah, lahan untuk penanaman cabai harus gembur dengan ph berkisar antara 6,5 - 6,8.
  2. Air, merupakan hal terpenting dalam segala tanaman, demikian juga tanaman cabai, harus memenuhi kebutuhan air yang berfungsi sebagai pelarut unsur hara dalam tanah, pengangkut zat makanan dari akar ke seluruh bagian tanaman, pendukung proses fotosintesis dan respirasi.
  3. Iklim,  yang dimaksud dengan iklim diantaranya adalah, Curah hujan yang cukup, tidak berlebih juga tidak kurang, Intensitas sinar matahari sebagai unsur penting dalam proses fotosintesis, suhu yang cukup yaitu kisaran 24 derajat celcius hingga 28 derajat celcius. 

Cara Menanam Cabai Merah 

1. Persiapan dan Pengolahan Lahan.
  • Lahan yang ada sebelumnya dibajak dan digaru, buatlah bedengan kasar dengan selebar 110-120 cm, dengan tinggi 40-70 cm, selanjutnya lebar parit 50-70 cm.
  • Pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol mulsa PHP untuk tanah dengan pH di bawah 6,5.
  • Setelah lahan siap, kemudian lakukan pupuk dasar dengan pemberian pupuk kompos organik sebanyak 40-50 ton/ha dengan bertujuan untuk memenuhi unsur hara dalam tanah sebelum tanam. 
  • Selanjutnya, siapkan mulsa dan pasangkan di lahan yang sudah dibikin bedengan, selanjutnya bikin lubang tanam dengan jarak ideal pada musim kemarau 60 cm x 60 cm dan musim penghujan bisa diperlebar 70 cm x 70 cm. Tujuannya untuk menjaga kelembaban udara di sekitar pertanaman cabai.


2. Persiapan Pembibitan Dan Penanaman

  • Buatlah media semai dengan komposisi 20 liter tanah dengan 10-15 pupuk kandang, gunakan polybag kecil sebagai wadah media, lakukan penyemaian pada media tersebut.
  • Pemeliharaan bibit dilakukan dengan membungka sungkup ditiap pagi jam 07.00 hingga jam 10.00, kemudian ditutup lagi hingga sore hari sekitar jam 15.00 hingga 17.00. Ketika bibit berumur 5 hari buka sungkup sepenuhnya.
  • Penyiraman dilakukan seminimal mungkin dan jangan terlalu basah, dilakukan setiap pagi, gunakan pestisida nabati untuk melakukan Pengendalian kemungkinan ada hama di umur muda itu. 
  • Lakukan Pemindahan bibit semai ketika sudah keluar daun sejati sebanyak 4 helai, pindahkan secara hati-hati.

Pemeliharaan tanaman Cabai

  • Penyulaman ; Penyulaman dilakukan hingga umur tanaman cabai mencapai 3 minggu, jangan lakukan penyulaman hingga terlalu tua, hal ini akan menyebabkan tanaman tidak sama atau tidak seragam. 
  • Pengikatan Tanaman : Hal ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman kuat dan kekar ketika diterpa angin, selain itu ini juga dilakukan untuk menjaga kelembaban saat tanaman tumbuh dewasa. Dilakukan hingga cabang utama terbentuk yang ditandai dengan munculnya bunga pertama. 
  • Sanitasi Lahan : hal ini dilakukan dengan beberapa tahap, diantaranya adalah, pengendalian hama/gulma, melakukan pengendalian air ketika musim hujan tiba sehingga genangan air dapat dialirkan, ketika tanaman cabai terkena penyakit maka lakukan sanitasi dan kendalikan hama sedetil mungkin. 
  • Pengairan ; Pengairan diberikan secara teratur dan terukur, dengan dilakukan penggenangan atau pengeleban hanya seminggu sekali jika tidak adahujan. Dan yang perlu menjadi catatan penggenangan dilakukan hanya 1/3 dari dalamnya bedengan. 

Pemupukan Susulan

1. Pupuk Akar

Dilakukan dengan cara pengocoran dengan beberapa aplikasi, diantaranya :
Umur 15 hari setelah tanam (HST) dengan menggunakan pupuk organik dengan dosis disesuaikan dengan jenis pupuk organik yang digunakan.
Umur 45 HST dengan dosisi 2 kali lipat penggunaan pupuk ditahap pertama,
Umur 75 HST dengan dosis ditambah dari sebelumnya.

2. Pupuk Daun

pada Umur 14 HST dan 21 HST berilah pupuk organik yang memenuhi kebutuhan Kandungan Nitrogen sedangkan pada umur tanaman 35 dan 75 HST tanaman memerlukan pupuk daun dengan kandungan Phospat, Kalium dan Mikro yang tinggi.

Pengendalian Hama 

Pengendalian hama dilakukan dengan cara PHT, yang paling penting adalah mengenali jenis Hama dan Penyakit yang terjadi pada tanaman, dan lakukan tindakan yang cepat dengan melakukan pengendalian terkontrol 

Panen

Pemanenan tanaman cabai atau cabe merah dapat dilakukan  pada umur 90-110 hst. cabai yang dipanen adalah buah yang 80% masak.
Continue Reading

Cara Budidaya Jagung Manis (Zea Mays Saccharata)

cara budidaya jagung manis

Cara Budidaya Jagung Manis (Zea Mays) - Sahabat EpulKatama kali ini saya akan memberikan beberapa cara dan tekhnis budidaya jagung manis. Selain itu, saya juga akan mencoba berbagi pengetahuan tentang apa itu jagung manis, apa beda jagung manis dengan jagung lainnya, serta tips-tips lainnya dalam budidaya jagung manis. Oke, langsung aja yah. 

Apasih Jagung Manis Itu? 

Jagung manis adalah jagung yang rasanya manis, (oh tentu). Kalau dari segi budidayanya jagung manis atau yang lebih dikenal dengan (Zea mays saccharata) itu lebih rentan terhadap hama dan penyakit namun dari segi agrobisnis jagung manis mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi, dan diminati oleh pasar sehingga tidak salah jika budidaya jagung manis pun terus diminati.  Kenapa demikian? Karena jagung ini bersifat sangat mudah dikonsumsi seperti dibakar, direbus bahkan bisa langsung dimakan tanpa diolah terlebih dahulu. 

Secara biologis seperti ini, Jagung manis berkembang dari tipe jagung biasa jenis dent dan flint. Kemudian jagung manis terjadi mutasi gen resesif sehingga menghambat perubahan gula menjadi pati. Kadar gula pada jagung manis meningkat mulai hari ke-5 hinggan hari ke-15. Makanya jagung ini rasanya manis. 

Tips Budidaya Jagung Manis. 

Dikarenakan jagung ini memiliki tingkat adaptasi yang tinggi, maka jagung ini bisa ditanam di dataran manapun, tinggi, sedang ataupun dataran rendah. Biasanya didataran tinggi hingga ketinggian 1.800 mdpl atau bahkan hingga 3,000 mdpl. Tanaman inipun bisa tumbuh diatas tanah dengan tingkan keasaman 5-8 ph.

Namun yang perlu diperhatikan sebelum melakukan budidaya jagung manis, tanaman ini tidak akan maksimal apabila kebutuhan hara tidak tercukupi. Tanaman ini memerlukan unsur nitrogen (N) dalam jumlah besar. Dengan pemberian pupuk harus memperhatikan keseimbangan antara nitrogen, kalium (K) dan pospat (P). 

Pengolahan Lahan 

Budidaya bisa dilakukan dilahan kebun ataupun sawah, dengan catatan lahan sawah yang tidak tergenang dengan air. Tahapan pengolahan lahan yang pertama adalah buatlah bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dengan ketinggian 20-30 cm sedangkan jarak antar bedengan adalah 30 cm dan dalam satu bedengan ditanami 2 lajur/baris tanaman. Bedengan ini berfungsi sebagai drainase air.

Selanjutnya pemberian pupuk dasar, pupuk yang deiberikan adalah pupuk organik/pupuk kompos, hal ini untuk memenuhi unsur N dan unsur lainnya, kebutuhan pupuk dasar dalam budidaya jagung manis ini adalah 5 ton pupuk organik perhektare

Penanaman dan perawatan

Penanaman jagung manis yang paling baik adalah dengan cara tunggal. Buatlah lubang sedalam 2-3 cm kemudian masukan 2 butir benih jagung. Kemudian setelah itu tutup dengan tanah dan pupuk kompos, kemudian siram agar kelembaban tanah terjaga. Benih yang dibutuhkan adalah 8 kg per hektar.

Sedangkan jarak tanam pada budidaya jagung manis berkisar antara 60-75 cm. Jarak tanam ini mengikuti jumlah populasi ideal tanaman. Budidaya jagung manis akan munai hasil baik dengan menjaga populasi tanaman sebanyak 34.000-37.000 tanaman per hektar.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Dalam budidaya Jagung Organik, dilakukan Pengendalian hama Secara Terpadu atau PHT, untuk itu perlu diketahui terlebih dahulu Hama dan sifatnya dalam mengganunggu tanaman. 

1. Penggerek batang jagung (O. furnacalis).
Hama ini menyerang tanaman pada fase vegetatif maupun generatif. menyebabkan kerusakan tanaman dengan cara menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Pengendaliannya, bisa dilakukan dengan cara tekhnis, yaitu dengan mengatur rotasi tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah. Selain itu bisa juga dengan dengan memotong bunga jantan dan menerapkan waktu tanam yang tepat. Pengendalian hayati bisa dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami seperti Trichogramma spp. atau predator alami Euborellia annulata yang memangsa larva.

2. Ulat Tongkol (H. armigera)
Ulat tongkol menyerang tongkol jagung, sehingga tongkol jagung membusuk. Biasanya, awalnya ulat ini bertelur di rambut-rambut jagung kemudian setelah larva tumbuh maka akan memasuki kedalam tongkol, makanya perlu pengawasan yang mendetil dalam pengendalian hama ini. Pencegahan terhadap hama ini adalah dengan menerapkan pengolahan tanah yang baik. Pengolahan tanah yang akan mengurangi populasi ulat tongkol berikutnya. Musuh utama dari hama ini adalah Trichogramma spp. yang merupakan parasit telur dan Eriborus argentiopilosa parasit pada larva muda.

3. Kutu Daun (R. maidis)
Kutu daun mengeluarkan cairan yang biasa disebut embun madu pada daun, sehingga menyebabkan daun akan bernoda dengan warna gelap. Noda-noda inilah yang nantinya akan menghambat proses fotosintesis.  Musuh alami hama ini adalah Lysiphlebus mirzai, Coccinella sp. dan Micraspis sp. Cara lain untuk menghambat hama ini adalah dengan melakukan tumpang sari.

4. Belalang (Oxya spp.)
Hama ini biasanya banyak berkembang didataran rendah, umumnya lahan padang rumput atau pesawahan. Beberapa musuh alami belalang adalah Systoechus sp., burung dan laba-laba. Selain itu patogen seperti Metarhizium anisopliae merupakan musuh belalang. Metarhizium anisopliae merupakan bahan biopestisida yang sanggup mengendalikan 70-90% hama belalang.

5. Tikus (Rattus argentiventer)
Hama ini biasanya menyerang tanaman jagung manis yang ditanam di lahan sawah. Tikus memakan tongkol muda yang sedang matang susu, umumnya tikus memakan tongkol dari ujung hingga pertengahan pangkal. Pengendalian hama tikus secara organik adalah dengan memburu dan membasmi tikus dari sarangnya. Bisa juga dilakukan dengan cara gropyokan bersama petani yang lainnya.

Selain itu, perlu dikenali lebih lanjut Penyakit pada budidaya jagung manis. Diantaranya adalah.

1. Bule (Peronosclespora Maydis).
Penyakit ini menyebabkan daun bergaris putih hingga kuning, kemudian mucul juga garis coklat. Penyakit ini menyerang tongkol dan biasanya hampir ada disepanjang musim tanam, dan seringkali menyerang tanaman yang terlambat tanam atau diluar musim tanam. Menyebabkan kerusakan hingga 100 persen, untuk menghindarinya maka gunakan benih yang tahan penyakit tersebut. Cara lain untuk menghindarinya adalah dengan cara memusnahkan yang terifeksi, melakukan penanaman sesuai musim dan melakukan rotasi tanaman.

2. Karat (Puccinia sorghi)
Terjadi bintil-bintil berwarna coklat atau oranye pada permukaan daun bagian atas. Dikendalikan dengan cara pemilihan benih unggul, sanitasi yang baik, jika terlanjur ada, maka gunakan biopestisida pada daun.

3. Hawar daun (Helminthosporium turcicum),
Menyerang daun tua, kemudian menjalar kedaun muda. Bisa menyebabkan kematian pada tanaman, Pengendaliannya dilakukan dengan cara menggunakan varietas unggul, pengolahan lahan yang baik, penyiangan dan pengaturan jarak tanam.

4. Hawar daun (Curvularia sp.) 
Bisa menyebabkan seluruh bagian daun mengering, pengendaliannya dengan memilih varietas tahan penyakit, perbaikan sanitasi dan drainase..

5. Hawar pelepah (Rhizoctonia solani)
Bisa menyebabkan kebusukan pada pelepah, biasanya diawali dengan menyerang bagian tanaman yang terdekat dengan tanah, kemudian menjalar kebagian lainnya. Pengendaliannya dilakukan dengan cara memindahkan budidaya jagung manis ke musim kemarau, menggungakan varietas yang tinggi, memotong daun yang bersentuhan dengan tanah, melakukan penyiangan, memotong bagian tanaman  yang terserang penyakit ini.

Pemanenan

Pemanenan dikakukan pada umur 65-75 hari setalah masa tanam, dengan tahapannya sepuluh hari sebelum panen utama dilakukan panen pada jagung muda, yang baru muncul, hal ini dimaksudkan agar nutrisi dikonsumsi oleh jagung utama yang akan dipanen. Metode panen seperti ini cocok dilakukan untuk jenis tanaman jagung manis satu tongkol.
Continue Reading