Cara Menanam Kacang Tanah Yang Baik

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan jenis tanaman kacang-kacangan yang banyak ditanam oleh petani Indonesia, dan kebanyakan petani Indonesia melakukannya dengan sistem tumpang sari, selain itu, kacang tanah juga adalah tanaman yang mudah ditanam.

Bagaimana cara menanam kacang tanah yang baik, berikut ini akan kami jabarkan agar mendapatkan hasil panen kacang tanah yang melimpah, karena ternyata kebanyakan para petani Indonesia tidak menekuni bagaimana cara menanam kacang dengan baik, karena kebanyakan petani Indonesia melakukan penanaman kacang tanah dengan sistem tumpang sari. 

Kemudian hal penting laiinya, kacang tanah juga ternyata memiliki bintil akar yang merupakan tempat bakteri Rhizobium, bakteri inilah yang ternyata penyedia unsur Nitrogen yang dibutuhkan tanaman, sehingga tanah bekas penanaman kacang tanah akan subur jika ditanami tanaman yang lain. 

Cara Menanam Kacang Tanah Yang Baik
Kacang tanah

Cara Budidaya Kacang Tanah Yang Benar Dan Baik


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses budidaya kacang tanah agar menadapatkan hasil panen yang maksimal, Diantaranya adalah:
 
Syarat tanam kacang tanah

Kacang tanah akan cocok jika ditaam di daerah dengan curah hujan yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah artinya, akan cocok pada daerah dengan curah hujan sedang, ini dikarenakan jika kacang tanah ditanam di daerah yang bercurah hujan tinggi maka bunga akan sulit diserbuki karena udara akan lebih lembab, selain itu akan menimbulkan penyakit dan jamur yang merupakan kendala bagi tumbuhan kacang tanah. kacang tanah juga memerlukan sinar matahari yang cukup.

Ketinggian yang cocok untuk tanaman ini adalah berkisar antara 50-500 mdpl, meskipun tanaman ini masih bisa ditanam di atas ketinggian 1500 mdpl. Tanah yang cocok adalah tanah yang gembur, subur dan banyak mengandung unsur hara, kandungan yang mesti tercukupi adalah unsur kalium (Ca), nitrogen (K) dan Pospat (P) yang tercukupi, sementara ph tanah yang bagus untuk tanaman ini adalah 5-6,5.


Pemilihan Benih Kacang Tanah

Benih kacang biasanya dipilih dari biji kacang yang sudah tua, atau dalam masa tanam 100 hari lebih, kemudian benih itu dibiarkan (tidak dibuka kulitnya) hingga beberapa bulan, sebelum menggunakan benih sebaiknya lakukan pemilihan dan sortir terlebih dahulu dengan memilih benih kacang yang bagus dan mulus, benih kacang dijual dibeberapa toko benih pilihlah yang kualitasnya bagus seperti varietas hibrida dll. Benih kacang memang sangat tahan hingga beberapa tahun apalagi diletakan ditempat yang sejuk dan disimpan dengan baik, namun alangkah baiknya untuk penanaman sebaiknya tidak menggunakan benih yang tersimpan dengan lama.

Cara Menanam Kacang Tanah Dengan cara Organik


Pengolahan Tanah secara Organik

Jika melakukan proses tanam dengan cara organik dan menginginkan hasil panen yang organik maka lakukan proses pengolahan tanah dengan cara organik, hal ini juga diyakini bisa meningkatkan hasil produksi panen, dan kualitas kacang yang dihasilkan lebih maksimal.

gemburkan tanah atau bajak terlebih dahulu, kemudian siapkan pupuk kandang atau pupuk kompos sebarkan dan aduk secara merata, untuk hasil yang bagus sebaiknya 1-2 ron per hektar, kemudian diamkan tanah yang sudah diolah selama 2-5 hari dan jangan ditanami, ini dilakuka agar ada proses penggemukan dan penyuburan tanah.

Penanaman kacang tanah bisa dilakukan dengan bedengan ataupun tidak, jika lahan yang akan digunakan rawan tergenang, atau terlalu rendah maka gunakan bedengan untuk mencegah tergenangnya air, karena drainase juga sangat penting dalam proses tanam kacang tanah.

Sebelum menanam, buatlah lubang tanam dengan jarak tanam, 25 X 25 cm. satu lubang tanam diisi dengan 1 butir benih, perkiraan untuk 1 hektare lahan memerlukan kurang lebih 50 kg benih. Masukan benih dalam lubang kemudian tutup kembali lubangnya dengan  tanah.

Proses Perawatan

Lakukan penyiraman setiap hari pagi dan sore hari, setelah proses tanam biasanya kacang tanah akan tumbuh dan berkecambah hingg hari ke 3-5 hari, jika sampai hari itu tidak ada tanda-tanda akan tumbuh dan tidak berkecambah, segera lakukan penanaman ulang, pada lubang tanam yang tidak tumbuh.

Biasanya, kacang tanah akan tumbuh dengan merata ketika tanaman sudah berumur 1-2 minggu, kemudian proses berbunga pada umur tanaman seikitar 20 hari hingga umur 75 hari, kemudian tumbuhan akan mulai membentuk polong pada usia tanam 30 hari. Lakukan perawatan dengan baik dengan tetap menyiramnya setiap hari.

Lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk akar dan pupuk daun organik, atau yang lebih praktis gunakan pupuk cair organik, dengan menyiramkan pada tanaman atau dengan menyemprotnya ke daun tanaman, untuk menghasilkan tanaman yang subur dan baik. Pada saat tanaman berbunga, pemupukan harus dilakukan, karena pada saat berbunga inilah proses pembentukan polong, hingga menjadi kacang yang utuh.

Lakukan penyiangan pada tanaman dan bubuhkan tanah disekeliling tanaman, untuk melindungi akar dan memperkuat akar agar tidak mudah tercerabut.

Pengendalian Hama

Hama yang biasa menyerang kacang tanah, diantaranya adlah ulat daun (penggulung daun), ulat jengkal, ulat pemakan akar, kemudian penyakit yang biasanya menyerang tanaman ini adalah layu akar, layu daun, bercak daun, sklerotium dan gapong dan busuk akar. Lakukan proses pengendalian hama secara terpadu agar hama dan penyakit selalu terkendali dengan baik, jika diperlukan penyemprotan maka gunakan pestisida nabati atau pestisida organik.

Proses Panen

Pemanenan dilakukan jika kacang tanah sudah matang, biasanya ketika tanaman berusia 90 hari, adapun tanda-tanda kacang sudah matangm adalah batang yang sudah mulai mengeras, daun sebagian sudah menguning da mulai berguguran, cara yang mudah adalah dengan mengambil sample kacang, dengan ciri-cirinya kacang penuh dan keras. Lakukan pemanenan dengan hati-hati, dengan mencabut tanaman dengan melakukan penggembran terlebih dahulu pada tanah disekitar tanaman.

Itulah diantaranya cara tanam kacang tanah yang baik dan benar.

Post a Comment